Welcome to My Another World, this is My Adventure

Jumat, 09 Maret 2012

Welirang ... My Memories of Express Vacation :)


WELIRANG ... 22-24 Juli 2011

            Semua berawal dari minggu pertengahan bulan Mei 2011. Setelah kegiatan besar di Pramuka Unair yang telah memakan korban perasaan, pikiran dan tenaga. Pertengahan Mei 2011 ini saya di SMS oleh kakak angkat saya mas Dhanny, menanyakan kapan bisa menepati janji menemani ke Gunung Lawu. Rencana awal yang akan dilaksanakan pada bulan juni minggu ke 3 diajukan Juni minggu pertama karena memang kebetulan sedang libur Berturut-turut yaitu adanya tes SNMPTN di UNAIR.
            Setelah Outbond GENCorps tanggal 28-29 Mei 2011 tanggal 30 Mei yaitu tepatnya hari senin saya pulang ke Madiun untuk mempersiapkan diri mendki ke Lawu yaitu besok tanggal 1 dengan Nizar, Mbak Reny, mas Dhanny dan kedua rekan mas Dhanny. Awalnya rencana tanggal 31 berangkat namun ternyata karena nizar masih ada agenda sehingga keberangkatan di undur menjadi tanggal 1 dan mas dhann pun menyetujuinya. Mas dhann, mbak peppy dan mbak sari sudah stand by di Magtan terlebih dahulu.
            1 Juni 2011, kami yang berencana berangkat pagi terpaksa harus berangkat lebih siang karena persiapan kurang begitu matang dan harus packing ulang. Hingga akhirnya sekitar pukul 09.00 baru berangkat dari rumah untuk menuju ke Terminal karena kami mengendarai bus untuk sampai di Magetan. Saya memboncengkan bude di depan,disusul ibu dengan mbak reny dan pak kusnen dengan nizar. Semua berawal dari perjalanan yang sebenarnya meragukan, saat di pertigaan Jl.Tanjung Manis ada seorang naik motor yang akan menyeberang tapi muntup-muntup 
hingga akhirnya terjadilah incident tersebut yang membuat saya harus terkapar di UGD Dr.Soedhono madiun. Close Fraktur Radius Sinistra. Huft .. seumur-umur tidak pernah saya membayangkan tangan saya harus patah dan harus di Gyps selama sekian minggu bahkan bulan . Kehidupan yang harus menahan HDR(read: Harga Diri Rendah) selama beberapa minggu, sampai-sampai harus hutang PBP (read: Program Belajar Praktika) satu minggu di IRD (read: Instalansi Rawat Darurat) … Maafkan saya bu Erna L.
            Perjalanan yang cukup berat sebenarnya bagi mental saya, dimana saya setiap hari nya harus menjawab dari pertanyaan dan dengan jawaban yang sama. Hingga pada puncaknya yaitu pada bulan juli minggu ketiga dimana harus mengambil keputusan untuk ikut kegiatan pramuka dengan rekan ITS atau GBGC dengan rekan-rekan GENCorps. Hingga pada hari jum’at pagi diaman saya SMS Nuril dan Rafika yang ntah tidak tahu mengapa hari itu saya sensi sekali dengan sms saya yang tidak dibalas. Namun seingat saya, saya sensi karena sebelumnya saya sms mereka saya pikri mereka sudah siap untuk berangkat rapat. Karena mereka bilang berangkat pukul 9 sedangkan pada saat itu sudah pulu setengah sepuluh. Hingga akhirnya saya sensi dan teringat teman saya Mick ingin melakukan hiking di Welirang dan Ary teman saya juga ingin ke Arjuno. Dari mereka berdua hanya Mick yang membalas, dan saya ingin ikut. Setelah perdebatan yang agak panjang akhirnya saya ambil keputusan untuk ikut ke Welirang walaupun kondisi tangan saya yang di buntel salah satunya ini J.
            Jum’at, 22 Juli 2011 pukul 18.00, saya SMS Mick belumada tanda-tanda untuk berangkat padahal saya sudah siap untuk melaksanakan perjalanan. Hingga akhirnya pukul 19.15 ada sms yang menyatakan “aku uda di gang” dan akhirnya saya berangkat. Di Gang Mulper I dikenalkanlah saya dengan 2 teman Mick yaitu Doni atau biasa di sebut Bolot, dan Zainal yang biasa di panggil Ripin. Awalnya memang mereka berdua sangat pendiam hingga ketika perjalanan pun saya mencoba sok akrab dengan mereka dengan memperlihatkan kemampuan-kemampuan permbolangan saya( rodok gaya sitik lah  kadiv alam gituu .. hehehe)
            Perjalan malam yang kesekian kalinya bagi saya. Jadi teringat Bulan oktober tahun lalu yang berencana ke Welirang juga dengan mas Kisam, mas Wikan dan kekasihnya mbak budiari. Perjalanan yang menggebu-gebu yang awalnya hanya untuk survey tempat diklat ekstra malah di gunakan untuk medaki welirang, akhirnya malah gak kesampaian karena dari tengah perjalanan mau ke pondokan terkena badai yang lumayan membuat kami hipoksia karena tidak membwa perlengkapan yang cukup untuk alat-alat savety kami (hm … bener-bener nantang alam ikii, akpook ). Kembali ke 22 Junli 2011, kami pun berangkat pada malam itu juga melalui prigen, dan berhenti sejenak di dekat alun-alun Sidoarjo untuk membeli nasi goreng karena kami memang kelaparan, tepanya sich hanya saya dan ripin yang lagi lapar. Ahahaha…
            Naik motor dengan Mick si jerapah sampai di pos pendakian yaitu di samping Hotel Surya Prigen. Saya lah yang menjadi promoter bagi mereka para kaum adam yag haheho’ … saya mendaftarkan diri saya dan teman-teman, kemudian kami makan dan Packing … siap untuk berangkat. Pukul 23.00wib kami mulai berangkat naik bersama rombongan dari ITS yang mau ke Arjuno, mereka tidak ke pos perijinan. Kami kira mereka sudah ekspert tapi ternyata belum ada yang pernah kesini hingga akhirnya naiknya bareng kami ( waa mereka mengira kami sebaliknya, seperti yang kami kira kepada mereka). Perjalanan awal yang cukup melelahkan. Seperti di awal pendakian, pasti 10 menit pertama serasa ingin mati di tempat saja. Saya mau menyerah .. tapi itu hanya halusinasi. Fikir saya “ masa’ masih di perkampungan udah mau nyerah nda? Kan kamu udah pernah sampai hampir pondokan .. ayok nda ayook” dna ternyata di perjalanan awal ini bukan saya orang yang lemah, yaitu bolot, seperti yang telah di perkirakan Mick .. katanya kalau futsal pun dia yang paling sering istirahat dan disini pahlawannya si Mick sama Ripin. Tapi pendapat pribadi saya sangat terlihat sekali mereka bukannlah orang permbolangan karena memang beda gitu. Sepanjang perjalanan dari bawah yaitu KAKE’ BODO  ke KOKOPAN saya kuaat … horeee saya bisa, walaupun perjalan yang seharusnya tak selama ini menjadi sangaat lamaaaa karena memang kita berangkat bersama sampai atas ya harus bersama.

Walaupun perjalan sangat lama dan butuh meningkatkan energy terus menerus kami Alhamdulillah sampai di Kokopan pukul 3 pagi dan akhirnya langsung mendirikan dome dan tidur. Hadoooh gak Pewee banget bubuk malam ini. Dasar cowok-cowok bukan tampang Mapala ini tega banget, tempat ku gak enak tau. Coba kalo sama nizar atau mas kisam saya pasti bakal jadi orang paling pewee bubuk malam ini, mana duingin lagi. Saya ni yang paling gak bisa bubuk akhirnya saya bangun paling duluan dan mulai membuat kericuhan agar semua bangun. Akhirya saya berhasil membangun kan mereka .. dan shalat subuh dah J . setelah itu saya keluarkan keahlian-keahlian saya di bidang permboalangan semata-mtata bukan mau keminter tapi mau berbagi ilmu pada mereka bagaimana kita harus bertahan.
Waaaaa ini nii yang sangat menyebalkan dan membuat saya sangat terkejut. Mereka tidak membawa nesting ( tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkk ….:O), masak pakai kompor paraffin dan  mereka tidak ada yang membawa korek (hoaaaaaaaaaa … TIDAAAAAKKKK!!!!). saya sangat terkejut … namun mereka membawa panci, ada 2 lumayan saya agak tenang. Tapi TERNYATA … PANCINYA BOCOR ya Allah ujian apa lagi ini .. mereka ini nggregetne, dan saya merasa sangat menjadi pahlawan karena dari mereka tidak ada yang berpengalaman mbolang. Hhh .. tantangan buat saya. Hingga pada akhirnya harus jual tampang untuk pinjam nesting sama pendaki yang lain. O.M.G …. Kacau nii anak-anak.
Namun, Alhamdulillah ada pendaki dari Sidoarjo yang membawa 2 nesting dan 2 kompor gas. Awalnya kami ditawari dengan gas nya sekalian tapi saya bilang saja “ gak usah mas, makasih pinjam nesting nya aja. Mmm.. dibalikin diatas aja gak papa ya mas? Mas nya mau ke Arjuno apa Welirang?” dan ternyata mas nya yang itu mau ke welirang juga dan Alhamdulillah lagi kata mas nya suruh bawa aja (hhmmm .. baik banget sech mas, makasih ya …). Dan akhirnya terselamatkanlah kita so kita bisa masak-masak lumayan lah. Pertama-tama kami membuat jelly yang saya bawa, buat penambah energy nanti saat perjalanan. Waaa .. kacaunya karena kebanyakan air, malah ndak jadi dan akhirnya hanya menjadi minuman bergula rasa Leci. Owh iya, saya mau cerita ni. Disini ni saya adi pusat perhatian para pendaki, karena kami ruame dan heboh sendiri dan lebih-lebih lagi saya cewek sendiri. O.M.G .. ada sich pendaki lain yang ada ceweknya tapi mereka Cuma bawa daypack kecil buanget dan ada salah satu yang terkesan sangat tomboy. Saya memang cewek sendiri di rombongan ini, namun saya promotor bagi mereka, dan inilah yang membuat saya jadi pusat perhatian. Ihiir .. selalu begitu dah.

Sekitar pukul 9 pagi kami mulai packing dan berangkat melanjutkan perjalanan. Awal perjalanan yang lumayan melelahkan karena kali ini tidak malam hari melainkan pagi hari, jadi ya tau sendirilah kondisi pegunungan di siang hari yang begitu panas dan, fiuuh .. melelahkan. Kami agak ketakutan awalnya, khususnya saya. Karena kami hanya membawa sedikit air sedangkan sumber mata air akan ada lagi stelah di PONDOKAN yang lama perjalanannya bisa 1,5 sampai 2 kali lipat semalam (oowwhh .. tidak, kemarin aja butuh sekian liter sekarang pasti kurang, fikir saya). Selama perjalanan kami terlalu senang dengan bersendau gurau yang gak jelas gitu dech. Dasar 3 idiot tu, gara-gara tebak-tebakan di kokopan yang berlanjut kebawa sampai di Pondokan.
Sepanjang perjalanan ini kami memutuskan untuk mencari jalan pintas terus menerus mengingat begitu panasnya udara dan jauhnya perjalanan. Saya sich masih bisa berimajinasi jalan sampai di tempat saya terkena badai dahulu, tapi slepas dari tempat itu saya tidak bisa berimajinasi lagi. Tapi kata si Ripin gak jauh-jauh banget. “paling se jam “ dia bilang. Tapi tiap kali berhenti dan ditanyain jawabannya “paling sejam” gitu melulu jadi hampir bikin kita males nanya dech. Perjalanan yang cukup melelahkan di 23 Juli 2011 ini. Hingga sampai pada tanjakan yang cukup tinggi dan membosankan akhirnya kami duduk sejenak sambil bercanda. Sampai-sampai di tempat ini saya ketiduran gara-gara tempatnya yang adem yaa… walaupun sebenarnya tidak strategis untuk istirahat. Setelah mereka menunggu saya yang tertidur kira-kira setengah jam mereka menunggu saya melaksanakan shalat dhuhur.
Kemudian lanjutlah perjalanan kami, waaah capek juga saya hampir menyerah ini. Namun dari tempat peristirahatan kami tadi tidak jauh adalah kokopan, ya sekitar 1,5 jam lah dengan berjalan normal namun kami terlalu suka berhenti dan bercanda tidak jelas gitu dech. Then disuatu tempat yang lumayan uenak buat bubuk lagi saya bener-bener ndak bisa nahan kebelet sipip dan mereka bertiga dengan baik hati nya menunggui saya yang sedang kebingungan mencari tempat persembunyian(hehehehe …) setelah itu kami melanjutkan perjalanan dan berfoto-foto (waaa ini nii yang bikin capek ilang). Perjalanan setelah in tidak begitu menyusahkan karena jalanan datar dan tidak terlalu menanjak. Dan akhirnya sampailah kita dan bertemu mas-mas baju item-item tadi pagi. Mereka membuat camp di bawah pondokan karena mereka menyatakan “iya mas, monggo duluan diatas udah pada penuh tadi. Tapi udah banyak yang naik kok mas … jadi kemungkinan udah ada yang kosong kok” akhirnya kami naik (hwaaaa tinggi juga naiknya nii). Setelah sampai di atas ketemu rombongan lain yang akan melanjutkan perjalanan ke Arjuno (Ati-ati mas,, disini nii ada mas-mas yang haduuh lemes saya ngelihatnya ).
Kami mencari tempat camp, waw ... ini sudah sore ternyata akhirnya kami langsung mendirikan tenda dan langsung turun untuk ambil air. Ternyata dingin di pondokan ini beberapa kali lipat dibandingkan kokopan dan yang pasti agak dingin dikit dibanding dengan pasar bubrah merapi (brrrr …). Setelah itu malam sudah tiba, saya merapikan dome dan membuat masakan sedangkan 3 idiot mencari kayu bakar untuk menghangatkan diri mala mini. Dan malam pun cepat sekali menghampiri kami, shalat maghriblah saya dan kemudian sudah terlewat begitu saja adzan isa’ . kami masak sambil kedinginan didepan tenda dan tak lama kemudian datanglah beberapa pendaki yang membuat tenda disebelah kami yaitu dari salatiga yang terdiri dari 4 orang. Mereka akan melaksanakan pendakian ke Arjuno dan salah satu dari mereka belum ada yang pernah kesana sama sekali. Kemudian datang lagi dengan scraft merah putih, dan saya mengajak mereka berbincang dan ternyata adalah anak buah dari mas yacob. Kemudian malam semakin larut. Saya ada di luar tenda untuk melihat bintang yang sudah banyak bertaburan di luar, wwaaaahhh .. kali ini saya senang sekali banyak bintangnya dan saya 2 kali melihat bintang jatuh.
Selain dipenuhi rasa gembira, kami juga dilinangi rasa bingung dimana masnya yang meminjami nesting sudah mau lanjut turun (lha .. terus kita masak pake apa???) akhirnya bahan makanan yang ada pun kami masak sekenanya tapi habis. Yaa.. gak papalah hingga akhirnya kami harus mengembalikan nesting malam ini juga setelah kepikiran beberapa ide untuk cari pinjeman, tapi ya sudah lah tidak berjodoh dengan nesting. Heheheh ….
Akhirnya malam ini adalah malam penantian untuk ke puncak welirang. Hmmm … awalnya saya rasa malam ini begitu indah untuk menyaksikan bintang-bintang malam sambil ngobrol-ngobrol gak jelas sama 3 idiot itu Dan malam pun semakin larut, saya pun tidak sanggup untuk menikmati indahnya kerlipan bintang malam ini. Dilanjut dengan tidur.
Jam weker handphone saya pun berbunyi, dan saya lah yang bangun pertama kali. “ ayok rek ndang tangi, ki wes jam 3 lhoo … “ dan 3 orang itu begitu susah untuk dibangunkan namun tetap mau bangun, hehehe… lalu pagi ini ketika kami keluar dari tenda teman di kanan kiri kami sudah tidak ada karena mereka sudah memulai perjalanan ke arjuno, then  kami berangkat ke Puncak.
Waaaa… saya pikir perjalanan tidak akan selama ini, tapi ternyata walaupun jalannya datar namun perjuangannya begitu panjang dan berdebu. Oh my God … seberapa jauh lagi niii??? Pada awalnya saya masih semangat untuk mendapatkan sunrise pagi ini, namun setelah perjalanan beberapa waktu saya menyerah untuk mengejar sunrise dan kami mulai santai dalam perjalanan sambil berfoto-foto ria . Setelah menyerahpun ternyata perjalanan juga masih begitu lama, dan kami akhirnya ditemanai matahari sambil berjalan menuju puncak yang berliku-liku dan begitu jauh.
Tikungan pertama … wuiiiiihhh … adem yaaa …
Tikungan ke dua … waaaah ternyata juraaang ..
Tikungan ke tiga, hadoooh … munggah maneeeh???
Tikungan selanjutnya, hwaaah .. tambah munggah???
Dan semakin naik, semakin naik, dan semakin naik lagi. Dan akhirnya sampailah kami di Puncak welirang walaupun saya sampai paling terakhir karena saya sudah hampir putus harapan. Ternyata harapan itu masih ada J. Akhirnya saya melihat puncak welirang juga. Setelah istirahat beberapa waktu karena saya menjadi yang terakhir kami berfoto-foto ria dan melihat ke seberang. Dalam benak saya langsung terpikir [wah ,… kaya di Merapi, dan terlintas merindukan puncak merapi yang begitu indah beberapa waktu lalu sebelum erupsi]. Setelah itu kami bertanya-tanya “yang bener puncak welirang tu yang mana sech???” dan akhirnya mick mencoba ke puncak berbatu yang menuju ke kepulan asap belerang, dan saya waktu ingin mengikuti begitu malas karena super jauh (huh ,, tenaga udah mentok ni).
Kemudian sambil menunggu mick dan ripin yang sedang membentuk sebuah tulisan dari batu, saya memanjat sebuah batu besar. Dan HP saya langsung berbunyi pertanda ada sms saya pun terkejut kemudian saya membuka facebook, hmm … tambah terkejut lagi karena ternyata teman-teman saya berempati semua kepada saya yang kemungkinan sangat besar mengalami HDR karena kondisi saya yang tidak maksimal ditampilan fisik. Then … saya sadar dan lega, daripada saya harus mengumbar emosi karena bukan kesalahan siapa-siapa lebih baik saya menghindar dan mencari ketenangan. Puncak Gunung dan taburan bintanglah yang mengobati semua duka lara saya … enough marahnya .

Setelah puas menikmati puncak akhirnya kami pun turun, ciee … gaya banget ini saya, jalan duluan di depan dan ketika mulai dengkul racing ternyata saya kepleset waktu ditanah lapang yang tadi ingin kami buat tempat foto-foto. Dan Alhamdulillah perjalanan kebawah berjalan dengan lancer walaupun saya dan mick datang belakangan karena memang selain panas juga sudah malas selakali. Sampainya di basecamp, hmm.,.. lapar sekali nasib naik gunung tanpa persiapan sama sekali - kapokmu kapan nndaa - ... kemudian kami packing dan bersiap untuk turun, itu pun kami tidak langsung turun melainkan ke tempat yang lebih rendah kemudian kami lanjutkan untuk tidur sejenak karena memang kondisi sangat lelah apalagi kami dilanda kelaparan J. Setelah berisitirahat perjalanan berjalan sangat lancar sampai dengan Surabaya dan akhirnya kelaparan hingga bernawaitu semua kalo sampai di bawah pokok e maem soto :D heheheh .. Alhamdulillah sampai bawah sudah kelakon maem soto didaerah sidoarjo. Express vacation ke Welirang is Enough.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar