Welcome to My Another World, this is My Adventure

Kamis, 08 Maret 2012

MERAPI ... My First Ekspedition


MERAPI 10 – 11 Juli 2010

            Inilah Pendakian pertama saya selama saya mengenal dunia pendewasaan.
            Semua berawal dari ketidaksengajaan saya mendengar senior dan teman saya membicarakan tentang pendakian ke Merapi saat saya berada di basecamp (read: Locus). Kemudain saya terasa mupeng  saat mereka membicaraan "gunung Merapi - gunung Merapi". Saya fikir saya tidak akan pernah ikut karena saya telah ditawari sebagai sangker LT4 JATIM(read: panitia kegiatan Pramuka setingkat Provinsi ), sehingga pada saat itu hanya menjadi mupeng yang sia-sia.

            Pada saat itu memanglah minggu-minggu UAS Semester 2 saya, sehingga saya tidak berfikir sampai kesana bahwa saya bisa mengikuti  pendakian dadakan senior saya. Hari itu Rabu 7 Juli 2010 saya mendapatkan info tentang jadwal ujian, dan itu pun hanya satu mata kuliah. Saya sangat bingung karena saya sangat menginginkan menjadi sangker LT4 yang diadakan 4 tahun sekali. Betapa kecewanya saya ketika saya harus mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan menjadi sangker LT4 tersebut. Baru kali ini saya merasakan kekecewaan yang sangat dalam ketika saya tidak dapat mengikuti sebuah kegiatan. Namun, itu konsekuensi saya karena saya tidak mungkin meninggalkan kuliah apalagi ini ujian praktek untuk pengambilan nilai (remember: tujuan saya ke Surabaya adalah untuk belajar). Ya…mungkin kan “Hidup kan pilihan, silahkan Anda sendiri yang menentukan” dan inilah pilihan saya, dimana saya harus melepaskan salah satu yang sangat berat untuk dilepaskan. Allah pasti punya sesuatu yang hebat dibalik semua ini.
         Hari itu pula saya mendapatkan jadwal ujian praktek pertama saya yaitu mata kuliah pencernaan memasang NGT(read: Nasogastrictube) dg Bu Alit. Sebenarnya jadwal saya yaitu hari jum’at setelah shalat jum’at. Namun untuk pelampiasan tidak dapat menjadi panitia kegiatan Jawa Timur Saya berusaha menyesuaikan jadwal keberangkatan ke Boyolali, dan ternyata setelah shalat Jum’at juga berangkat. Akhirnya saya mengganti jadwal saya dengan bu.Alit, Dan Alhamdulillah bu.Alit menyetujui perubahan jadwal saya yang saya ganti hari Kamis setelah kelompok3.  Sebenarnya hari Jum’at sore diadakan kualifikasi renang (pengisian SKU Laksana) tapi saya melepaskannya karena saya pikir bisa diganti saja, namun ternyata malah pelatihnya mengganti jadwal karena tidak bisa melatih(memang sudah jalannya mungkin). Lalu saya memutuskan untuk ikut mendaki ke merapi malam itu juga. Saya merasa santai saja karena ada mbak.Yanata selaku cewe’  yang ikut mendaki, jadi saya ada temannya seperti itulah harapannya.
   Hari Kamis 8 Juli 2010 saya melaksanakan ujian praktek yang saya nervous ketika melaksanakannya(ya…sudahlah itu memang juga salah satu konsekuensi saya).  Setelah itu saya  prepare untuk keberangkatan besok(padahal  besok Jum’at saya ujian tulis kardiovaskular). Setelah itu hari Jum’at ujian kacau berat, ujian yang benar-benar saya tidak memiliki konsentrasi ya ujian kardiovaskular pada hari itu. Karena ketika pagi hari sebelum ujian mbak Yanata mendadak SMS saya bahwa beliau tidak jadi mengikuti pendakian karena dilarang oleh bapaknya. Astaghfirullah saat itulah saya merasakan kebimbangan. Saya ragu apakah saya harus lanjut untuk mengikuti pendakian atau tidak???Hingga pada akhirnya saya lanjut karena saya sudah belanja dan mempersiapkan segalanya(kecuali persiapan fisik  ) walaupun goncangan “setan-setan” yang mengatakan tidak usah berangkat silih berganti. Saya bondo dan juga nekat pada saat itu karena kebetulan saya memiliki tabungan sekitar 200 ribu yang cukup untuk keberangkatan dan pulang. Jum’at sore berangkat dengan mobil dari FKp di jemput oleh mz.Zaki KPLA. Hingga pada akhirnya berangkatlah .

           
            Astaghfirullah… jalan begitu tidak mendukung. Kemacetan kian melanda sampai lebih dari satu jam perjalanan. Kemudian dari  medaeng akhirnya kita berlima nekat turun untuk sampai ke terminal Bungurasih. Perjuangan awalpun tidak sia-sia akhirnya sampai di terminal walopun menjadi pusat perhatian orang banyak karena membawa carrier yang besar-besar. Setelah sampai di terminal bungurasih kami menunggu bus PO.E*A jurusan jogja, dan ternyata ketika datang bus PO.E*A jurusan jogja sudah penuh karena penumpang yang banyak akan menujun ke jogja. Kemudian kami melaksanakan shalat maghrib. Baru kali ini saya tahu yang namanya sholat ngantri banyak orang( karena memang musholanya sempit, jadi ya wajib ngantri dech). Setelah holat kami mencoba tetap menunggu bus EKA namun ternyata sia-sia. Skhirnya kami mencoba mencari bus PO.R**ALIA, namun sebelum kami sampai di tempat bus PO.R**ALIA berhenti kami ditawari bus baru yang namanya PO.MA**ALA, hingga pada akhirnya kami menerima karena dari tampilannya memang menjanjikan sampai akhirnya kita membayar didepan dengan harga bus sampai jogja Rp. 45.000,00 lumayan hematlah untuk aku dan nizar yang selaku masih sebagai mahasiswa yang membawa dana yang sangat terbatas. Bus juga tak kunjung berjalan, dan ketika berjalan terkejutlah kami (bus patas beralih jadi bus ekonomi mode on) sungguh terlalu. Kekecewaan kian melanda. Didalam Bus pun begitu, tak beda jauh GJnya(read: Gak Jelas) seperti ketika awal mencari bus. Sudah bus ekonomi mode on, di bus kami mengambil tempat paling belakang dengan jumlah kursi pas untuk 5 orang. Lucunya mas inok kan ditengah, yang mudah untuk dijangkau oleh penumpang-penumpang lain yang berdiri. Pada saat itu terdapat penumpang yang membawa dua anak kecil yang kembar, kasihannya mereka tidak mendapatkan tempat duduk jadi yang satu dipangku mas inok dan yang satu nya di samping nizar. Serunya lagi salah satu anak kecil itu mual dan pada saat itu lagi sama mas inok, jadi dirawat sama mas inok(hahahah…penampilan baru, perawat mode on). Hh… sepanjang perjalanan yang memang sangat GJ, tapi enaknya kita punya cerita.
           Sampai di terminal Giwangan Jogjakarta sudah hampir menjelang subuh, dan akhirnya kami berlima bertemu dengan mas muflih. Huah … pagi buta gini kelaparan. Kami berenam mencari makanan, dan akhirnya dapet penjual soto. Huuu…. Udah banyak, enak, murah lagi. Kemudian menunggu bus hingga bus tak datang- datang kemudian masuk ke terminal lagi untuk cari bus. Nah.. dapet Rp.8000,00an, brr…. Aku nizar dan mas zaki duduk di paling belakng lagi. Adem jeh..pintunya gak bisa di tutup. Sepanjang perjalanan ke magelang akhirnya kita bubuk. Lalu sampailah disuatu tempat yang kita akan melaksankan shalat shubuh, yaitu di mushola sirojuddin. Hm…disini suasana sudah agak terasa dingin. Setelah sholat kami keluar dari kawasan tersebut dan bertemu dengan seorang bapak-bapak yang memberitahu untuk naik angkot menuju ke pos pendakian.wealah akhirnya 1 angkot dipake kita berenam. Lumayan murah dech, sama harganya kaya’ di sini cuma Rp. 3000,00. Tyus habis itu ternyat masih oper lagi. Astahgfirullah … capek oper-oper terus. Ni baru sampe pos awal pendakian. Foto dech tu cowok-cowok. Kemudian naik angkot yang gede, Rp.15.000,00 sampe di pos pendakian awal akhirnya kita oke aja dech. Sampilah di NEW SELO, Huuuuu…adem juja jam segini. Setelah itu disini ni mulek kayak entud, soale tutup gitu, gag tau mau ijin dimana. Kemudian mas zaki dan mas wikan turun kebawah, kurang ajarnya ternyata mereka makan di warung( menyebalkan) dan sekalian ijin buat mendaki. Naik keatas mereka membawakan nasi dengan tempe mendo’an.
                            Lumayan lah untuk ganjal perut. Waktu menunggu mereka berdua datang 1 tim dari surabaya pula kalau saya hitung sekitar 15 orang laki-laki. Pada saat itu ya hanya tim itulah yang menemani kami mendaki pada saat itu. Kami saling bersalip-salipan bergantian akhirnya.

            Cerita awal saat 10 menit pertama mendaki. Saya benar-benar merasakn tidak kuat untuk melanjutkan. Namun dalam fikiran saya berkata “ya Allah nanggung, mau lanjut tapi serasa mau mati ditempat ini saja udah gag ada tenaga untuk melanjutkan, tapi kalau mau mundur juga nanggung udah sampai ditempat ini masa’ mau mundur?” saya benar-benar harus mengambil keputusan untuk diri saya sendiri pada saat itu. Dan saya mengambil keputusan untuk lanjut ke pendakian merapi. Sepanjang perjalanan kalau boleh bilang saya mengeluh sekali, tapi saya tidak mau terlihat lemah didepan teman-teman satu perjuangn mendaki merapi ini. Kami enam orang saling bersalip-salipan bergantian dengan tim yang 15 orang dari surabaya tersebut. Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya mulut saya untuk mengunyah permen dan madu atau pun coklat untuk penambah tenaga saya. Perjalan tidak terasa panas karena pada saat itu memang sedang kabut jadinya sepanjang perjalanan itu ya adem … brrr gitu dah. Perjalanan semakin menyenangkan dan tenaga kian melimpah ketika sudah lebih dari sepertiga perjalanan, bagi saya tenaga lebih bertambah lagi ketika kita foto-foto,,hahahaha…krmudian lagi saya sangat merasa bangga dan senang atas perjalanan ini. Ada salah satu orang dari tim surabaya bilang “wah…mbak’e ki sangar, kuat rek”. Begitu pula pada saat perjalanan mas muflih selaku senior saya juga bilang “pada minder sama kamu lho dek” dan saya bertanya “sopo’o mas?” jawabanya”ya mereka yang banyak cowok itu, masa’ cewe’ bawa carrier aja kuat, salah satu dari mereka saja ada yang tidak membawa apa-apa di punggungnya” pada saat mendengar sanujungan-sanjungan seperti itulah serasa tenaga saya menjadi lebih berlipat ganda. Dan juga pada ssat istirahat, mas zaki selaku senior dari KPLA juga berkata “sangar arek cilik iki, kok kuat” pikiran saya “yaiyalah mas, winda gitu lho”hahahaha….bukannya mau sombong atau apa, menurut saya sanjungan sekecil apapun itu akan menjadi sebuah kekuatan untuk diri saya (hahaha sok manis amat sich winda)

            Kabut begitu tebal pada saat itu, kemudian sampailah di pos 2. Saya kira pada saat itu sudah sampai karena telah terlihat batu yang sangat besar akhirnya foto-foto bersama disana. Dan ternyata itu masih jauh…hoaaaa….aku histeris. Hingga pada akhirnya melanjutkan perjalanan dengan kabut yang sangat tebal(lumayan menutupi mata sich, sampai-sampai ada es lho di muka kita masing-masing). Setelah itu kami dengan tim kami ya lumayan sich depan belakng gitu gak jauh-jauh amat gak seperti awal perjalanan yang jaraknya sangat jauh gitu. Kemudian setelah beberapa waktu sampai di sebuah  jalan yang benar-benar tak ada tanaman dan batu besar, hanya ada batu kerikl kecil-kecil. Kami buka HP lho masih ada sinyal, sangar pokok’e. nah disitulah beberapa meter mendekati pasar bubrah kami dan tim dari surabya berhenti untuk beberapa waktu untuk mengambil keputusan untuk lanjut atau tidak. Kemudain mas zaki, mas wikan dan mas inok mencoba untuk mengecek rute perjalan yang akan dilewati, sebenarnya mereka berani untuk lanjut mungkin saya lah yang menjadi pertimbangan untuk lanjut atau tidak(huft… padahal kalau lanjutpun bukan menjadi masalah buat saya karena saya juga menyukai tantangan yang seperti ini. Kemudian mereka kembali dan kami dengan tim dari surabaya pun berbincang-bincang bagaimana enaknya hingga pada akhirnya kami memutuskan untuk kembali dan bercamp di batu-batu yang besar yang aman dari badai.
            Setelah sampai di bawah, mereka tim dari toyota surabaya mendirikan camp namun kami berenam tidak,kami malah asyik bercanda di batu besar sambil berfoto-foto ria karena sebenarnya kami ingin melanjutkan perjalanan. Kemudian lewatlah pendaki lain dan ternyata mereka dari SMA2 madiun(mereka aja lanjut kenapa kita gag berani, gitu fikiran ku). Kemudian tibalah pada waktunya kita ambil keputusan untuk lanjut. Nah akhirnya kita lanjut dengan resiko apapun itu. Nah mengambil keputusan itu pun lucu banget, soal nya mas zaki tu betah banget kalau ngata-ngatain mas inok, hingga akhirnya mas inoklah yang ambil keputusan utnuk melanjutkan perjalanan. Kemudian perjalanan pun dilanjutkan. dengan menantang kabut yang tebal kami pun berangkat. ternyata memang perjalanan kami diridhoi oleh Allah swt, langitpun mendadak sangat cerah sehingga kami bisa menikmati perjalanan siang hari itu yang sama sekali tidak panas. Subhanallah ... pemandangan sungguh luar biasa, begitu indah dan cantiknya sekitar gunung merapi tersebut. Gunung merbabu, G.sumbing, g.sindoro dan elok dan cantik g.sumbing pun terlihat sangat jelas dan begitu elok dan cantiknya. Akhirnya, baru kali inilah saya merasakan indahnya pemandangan benar-benar dengan kepuasan tersendiri. Saya baru merasakan begitu kepuasan tersendiri ketika merasakan indahnya puncak.
             Kemudian sampailah disuatu tempat yang disana terdapat prasasti, ya tepatnya bukan prasasti sich hanya sebuah tanda yang memberi tahu bahwa sebentar lagi akan sampai di tempat camp, yaitu di pasar bubrah. saya berfikir bahwa pada saat itu sudah sampai...wah ternyata itu baru 7/8 perjalanan. tapi saya sudah begitu senang karena ternyata saya sanggup untuk sampai di ketinggian sekian. lanjutlah perjalanan kami untuk sampai di pasar bubrah. hingga sampai di bawah, yaitu di pasar bubrah kami masih harus bingung untuk mencari tempat untuk camp semalam kami. Akhirnya dapatlah tempat yang awalnya kami rasa aman untuk camp, karena kondisi pada saat itu masih kabut, dan ditakutkan apabila nanti ada badai, ya...jadinya kami harus mencari tempat yang save untuk kami sendiri. Kami berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain untuk mencari tempat yang aman untuk kami. kemudian di tempat yng ke tempatlah kami mendirikan tenda dome




           Para kaum adamlah yng mendirikan tenda dome, dan jeleknya saya lah yang menjadi kuli angkut carier para kaum adam tersebut (huft..emang aku wonder women apa???). Nah ... dome sudah berdiri, namun kami merasa kurang aman di tempat tersebut hingga akhirnya kami mencari tempat lain, yang ternyata tempat itu adalah tempat pilihan pertama kami tadi (walah..lak sia-sia golek ternyata balik ke tempat pilihan awal, jiah!!). cara memindah dome yang baru, tenda dome yang sudah berdiri tegak...eee...diangkat 4 orang( GJ mode on). setelah itu membantumas zaki untuk mendirikan tenda dome nya yang baru dengan satu frame, waaah...lucu. kemudian sudah tertata rapi kami sholat bergantian. kemudian grup yang dari toyota surabaya mulai berjalan melewati kami, ternyata mereka ingin melihat sunset.
         Awalnya kami berniat untuk mengikuti, karena kami tidak tahu jalan yang harus dilewati ketika kita ingin naik ke puncak. Namun baru beberapa menit perjalanan kabut mulai turun, kemudian kami kembali ke camp untuk memasak makanan. kami menikmati sore itu penuh dengan keindahan kabut yang cukup membuat kami menggigil. setelah memasak 3 senior saya (mas wikan, mas muflih, mas inok) sudah mulai tepar untuk tidur, disusul dengan mas zaki dan nizar, namun saya belum bisa tidur dikarenakan di luar begitu indah melihat bintang. walaupun malam begitu dingin yang kurang lebih suhunya 8 derajat celcius, namun saya sangat menikmati bintang pada malam itu. akhirnya saya memanggil nizar untuk menemani saya. yagh karena kami berdua yang paling kecil jadi ya enjoy aja,he... menikmati bintang yang sangat cantik dan bintangnya banyak sekali karakter. hingga malam makin larut, nizar masuk tenda dan saya masih melihat bintang sendirian. saya melihat ada lampu-lampu di puncak dan ternyata mereka itu adalah komplotan orang toyota surabaya yang tadi sore naik ke atas. kemudian setelah saya merasa lelah saya masuk kedalam untuk tidur. baru tidur beberapa waktu, mas zaki sudah teriak-teriak " oe ayo rek jare ameh muncak" sambil teriak ha hu ha hu gitu karena kedinginan, kemudian aku dan  nizar terbangun dan bertanya" jam berapa mas?" dan tahukah kalian? ternyata pada waktu itu pukul 22.55, gila aja jam sebelas malem mau muncak, huah..gak jelas ni orang. then kami tidur lagi, hingga pada akhirnya saya mendengar banyak orang yang berisik, dan ternyata itu sudah pagi. saya bangunkan senior-senior saya dan kami mulai bersiap untuk mendaki ke puncak garuda. pioner perjalanan yaitu mas muflih dimana selanjutnya diikuti oleh nizar kemudian saya. kami tidak tahu harus melewati jalan sebelah mana, sehingga kami lurus saja dari camp kami, perjalanan kian terasa berat karena kami tidak tahu medan dan ketinggian karena tidak terlihat. perjalanan terasa sesak karena udara memang terasa sangat dingin. sehingga kami sangat sering untuk beristirahat dan mecoba untuk bernafas normal sambil menunggu mas zaki yang berjalannya termasuk kategori yang lama( dan beliaunya menyebut dirinya sendiri siput). hingga pada akhirnya saya berjalan di depan, saya salah mengambil jalan hingga ternyata jalan yang kami lewati itu adalah jalan yang penuh dengan pasir, sehingga sangat kesusahan bagi kami untuk mendaki jalan tersebut. kemudian dilanjutkan mas muflih maju kedepan lagi,dan menjadi pioner bagi kami. setel perjuangan terasa amat berat kami hampir saja menyerah dan pasrah untuk melihat sunrise di tempat itu. Namun saya tidak rela bila pendakian pertama saya tidak berhasil sampai ke puncak. dan kami terus dan terus berusaha untuk sampai ke puncak, dan perjuangan kami tidak sia-sia. sampailah disuatu tempat yang awalnya kami rasa itu adalah puncak. kami sujud syukur. saat itulah saya merasakan sholat subuh di puncak gunung. betapa bersyukurnya saya ternyata saya mampu untuk mendaki.dan  ini adalah pendakian pertama saya dan BERHASIL.

           

            setelah itu kami melihat banyak orang di puncak seberang, dan ternyata itulah puncaknya bukan tempat yang kami duduki saat ini. akhirnya kami kesana dan berfoto-foto ria dengan rasa bahagia dan kepuasan karena telah sampai di tempat tujuan. setelah terombang ambing karena kami tidak tahu perjalanan menuju NEW SELO, dan sekarang saatnyalah utuk memuaskan diri dengan indahnya pemandangan. Kami pun sempat berfoto dengan turis yang dari australia. heehheeehee..saya sempat foto sendiri dengan turis tersebut lho...setelah puas berfoto di puncak garuda kami akhirnya turun, dan berimajinasi bahwa one time pasti ke merbabu, ke sumbing, sindoro dan yang angker pula ke slamet. mas zaki nich udah mulai mengece ria, "ayok minggu ngarep neng merbabu". dalam fikiranku "hoaaa..gila aja ni orang, iya situ beruang tinggal berangkat kapan aja, lha sini ni mahasiswa yang bokek mode on mau berangkat make apa bang???". setelah puas kami menikmati puncak akhirnya saya nizar dan mas zaki turun lebih dulu, dan ketiga mas senior saya itu turun belakangan, ternyata hanya untuk menakutkan karena jalan yang berbatu. kali ini jalan terlihat sangat jelas karena kondisi siang hari, kami baru sadar ternyata jalan yang kami tempuh tadi pagi buta yaitu jalan yang terjal dengan sudut kemiringan kurang lebih 70 derajat. ya Allah untung saja tidak terjadi apa-apa kepada kami.



            saya berjalan terlalu cepat mungkin terlalu cepat, sehingga saya berada di depan, kemudian nizar dan mas zaki mendahului saya karena saya berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan pagi hari itu. setelah saya puas menikmati pemandangan saya ikut turun dan ternyata saya tetap bisa mendahului mereka, akhirnya saya sampai di camp paling dulu. kemudian saya lagi pengen bikin cemilan lah, makanan sebelum kami meninggalkan puncak garuda. saya membuatkan roti tawar untuk teman-teman. dan ketika mereka datang jadinya tinggal makan dech. setelah kami beristirahat lumayan lama mereka para kaum adam mulai untuk packing, dan saya memasak untuk mereka..huft masak yang paling GJ dan kacau nich, serba asin gara-gara pake mentega pengen dikawinin nich,hahhaha...apalagi masakan terakhir, yaitu teri yang belum matang karena bahan bakar yang habis ya... pasrah dech emang pada saat itu kita make satu alat buat masak yaitu trangia punya mas zaki. semua itu terjadi karena insiden kompor yang tidak bisa digunakan. Saat masakpun ada insiden yang kurang mengenakkan yaitu ketika saya mencoba mematikan trangia, saya salah memakai tutup. untung ketahuan mas zaki jadinya bisa terselamatkan dech (hehehehe..maafkan saya mas, sayakan tidak tahu jadi inilah pengalaman) setelah packing selesai akhirnya makan. setelah makan mulailah untuk bakar-bakar kotoran yang kita tinggalkan. setelah itu tak lupa lagi kami berfoto-foto ria di tempat camp kami pada waktu itu, dan akhirnya kami mulai untuk turun dari puncak (tepatnya dari pasar bubrah,hehehe...)
            Perjalanan baru saja dimulai, namun kami merasakan sangat lelah sekali karena kan memang sejak tadi bisa dikatakan bahwa kami itu sedang beristirahat, jadi ketika perjalanan dimulai ini dikatakan sebagai tenaga awal yang di keluarkan untuk memulai kunci turun dari puncak agar sampai di tempat tujuan dengan selamat. baru beberapa menit perjalanan mas wikan punya ide tertentu untuk berpose layaknya sedang minum untuk membawa walau hanya sebotol air. akhirnya kami menyesal karena telah meninggalkan air tersebut di bebatuan. Namun memang penyesalan kan ada di belakang jadi ya sudahlah. ditengah perjalanan kami beristirahat dan ternyata tempat istirahat tersebut tempat istirahat kami kemarin. disana kami masih mampu bersendau gurau karena tenaga kami masih ada. setelah itu melanjutkan perjalanan dengan sangat berhati-hati. wah inilah insiden didiri saya terjadi.saat turun kami bersamaan berbalap-balapan. dan ternyata kami(tim saya dan tim yang isinya pasangan-pasangan) mengambil jalur yang ketika berangkat kami gak pakai jalur tersebut. jalur dari pos pertama yang sangat terjal, dan mematikan(wah lebai). kami berjuang mati-matian untuk menuruni jalan tersebut. hingga saya terpeleset berkali-kali, hingga yang paling parah saya terjatuh dan saya tidak bisa berjalan, dan untungnya saya mendaki dengan senior dan orang-orang yang benar-benar bisa menjaga saya.  Langsunglah pada saat itu saya diberi counterpain, etil, panadol sebagai analgesik, dan satu obat anti inflamasi yang saya lupa namanya(heheheh...)
            Setelah saya terjatuh itu serasa kaki saya sehat sekali, saya berjalan seperti biasa bahkan bisa dengkul racing,,hahaha perjalanan yang sangat seru. perjalanan yang tidak akan  pernah saya lupakan. perjuangan yang impas ketika kita mendapatkan puncak kebahagiaan sebagai motivasi kita. setelah sekian waktu perjalan berlalu hingga sampai berkumpulnya muda mudi untuk "berpacaran" hal yang mengecewakan. setelah itu kami melepaskan letih sejenak dengan bercerita-cerita dan berbenah diri, karena wajah kami sudah terlihat compang camping. pokoknya wajah yang sangat kacau. kemudian setelah  pos perijinan untuk melapor. sambil membeli stiker dan gantungan kunci yang melambangkan bahwa kami pernah  mendaki puncak merapi. setelah itu kami harus turun untuk mendapatkan bus yang menuju ke boyolali. ternyata kami merupkan orang-orang yang lumayan nekat dan berani nekat untuk meminta tumpangan ke sebuah mobil pick up. dan kami di tumpangi sampai di tempat pemberhentian bus. Alhamdullillah kami langsung dapat bus. dan  bus pun langsung berakat.
            Bus nya berjalan sangat cepat dan agak sedikit urakan sehingga membuat kami terguncang-guncang(padahal pada saat itu kondisi kami sedang kelaparan). sepanjang perjalan sebenarnyua ingin sekali menutup mata.Namun apalah daya karena perjalan yang sangat mengguncang mulai dari ujung kaki ke ujung kepala. Kemudian setelah  sampai diterminal kami bingung harus menuju kemana karena perjalanan yang banyak pilihan untuk pulang. kemudian kami mengambil keputusan untuk ke "..." yang saya lupa nama kotanya. disana kami mencoba untuk menghentikan bus PO.E*A,namun yang pertama bus lolos. dan yang kedua ternyata bus tidak berhenti dan akhirnya kami mengambil keputusan lagi untuk menuju ke jogja. Kecewa berat dech saat ini, katanya  bus cuma satu jam untuk sampai ke jogja namun ternyata berjam-jam sampai gelap gulita. sampai saya tertidur dengan pulas. sampai kaki saya kram karena setelah tergelincir tadi efek obatnya sudah hilang. dan lebih kecewa lagi ketika bus tersebut ternyata tidak berhenti di terminal giwangan. akhirnya kami terpaksa berjalan kaki untuk masuk ke terminal giwangan. dan Alhamdulillah kami langsung mendapat bus PO.E*A akhirnya kami masuk bus, bayar kemudian kami langsung tidur wassalam sampai di ngawi dan makan. hh... dari kemarin baru kali inilah kami makan nasi. waktu makan pun begitu, menunggu sangat lama karena memang pelayannya dikit jadi harus sabar. tapi setelah mendapatkan makanan hanya mas wikan lah yang tidak puas dengan makanannya,kerena katanya makananya yaitu soto gak ono rasane. bubrah jare.
            Setelah makan kami kebali ke bus. Melanjutkan tidurlah kami. Karena memang sangat lelahnya tubuh. Hingga akhirnya Alhamdulillah sampailah di Surabaya dalam keadaan sehat walafiat. Thx God

Tidak ada komentar:

Posting Komentar