MERAPI 10 – 11 Juli 2010
Inilah Pendakian pertama saya selama
saya mengenal dunia pendewasaan.
Semua berawal dari ketidaksengajaan
saya mendengar senior dan teman saya membicarakan tentang pendakian ke Merapi
saat saya berada di basecamp (read: Locus). Kemudain saya terasa mupeng saat mereka
membicaraan "gunung Merapi - gunung Merapi". Saya fikir saya tidak akan
pernah ikut karena saya telah ditawari sebagai sangker LT4 JATIM(read: panitia kegiatan Pramuka setingkat Provinsi ), sehingga pada
saat itu hanya menjadi mupeng yang
sia-sia.
Pada saat itu memanglah
minggu-minggu UAS Semester 2 saya, sehingga saya tidak berfikir sampai kesana
bahwa saya bisa mengikuti
pendakian dadakan senior saya. Hari itu Rabu 7 Juli 2010 saya
mendapatkan info tentang jadwal ujian, dan itu pun hanya satu mata kuliah. Saya
sangat bingung karena saya sangat menginginkan menjadi sangker LT4 yang
diadakan 4 tahun sekali. Betapa kecewanya saya ketika saya harus
mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan menjadi sangker LT4 tersebut. Baru
kali ini saya merasakan kekecewaan yang sangat dalam ketika saya tidak dapat
mengikuti sebuah kegiatan. Namun, itu konsekuensi saya karena saya tidak mungkin
meninggalkan kuliah apalagi ini ujian praktek untuk pengambilan nilai (remember: tujuan saya ke Surabaya adalah untuk belajar). Ya…mungkin kan “Hidup kan pilihan, silahkan Anda sendiri
yang menentukan” dan inilah pilihan saya, dimana saya harus melepaskan
salah satu yang sangat berat untuk dilepaskan. Allah pasti punya sesuatu yang
hebat dibalik semua ini.
Hari itu pula saya mendapatkan jadwal
ujian praktek pertama saya yaitu mata kuliah pencernaan memasang NGT(read: Nasogastrictube) dg Bu Alit. Sebenarnya
jadwal saya yaitu hari jum’at setelah shalat jum’at. Namun untuk pelampiasan tidak dapat menjadi panitia kegiatan Jawa Timur Saya berusaha menyesuaikan jadwal keberangkatan ke Boyolali, dan
ternyata setelah shalat Jum’at juga berangkat. Akhirnya saya mengganti jadwal
saya dengan bu.Alit, Dan Alhamdulillah
bu.Alit menyetujui perubahan jadwal saya yang saya ganti hari Kamis setelah
kelompok3. Sebenarnya hari Jum’at sore
diadakan kualifikasi renang (pengisian SKU Laksana) tapi saya melepaskannya karena saya pikir bisa diganti saja, namun ternyata malah pelatihnya mengganti jadwal karena tidak bisa melatih(memang sudah jalannya mungkin). Lalu saya memutuskan untuk
ikut mendaki ke merapi malam itu juga. Saya merasa santai saja karena ada
mbak.Yanata selaku cewe’ yang ikut mendaki, jadi saya ada temannya
seperti itulah harapannya.
Hari Kamis 8 Juli 2010 saya
melaksanakan ujian praktek yang saya nervous
ketika melaksanakannya(ya…sudahlah itu memang juga salah satu konsekuensi
saya). Setelah itu saya prepare untuk keberangkatan
besok(padahal besok Jum’at saya ujian
tulis kardiovaskular). Setelah itu hari Jum’at ujian kacau berat, ujian yang benar-benar saya tidak memiliki konsentrasi ya ujian
kardiovaskular pada hari itu. Karena ketika pagi hari sebelum ujian mbak Yanata
mendadak SMS saya bahwa beliau tidak jadi mengikuti pendakian karena dilarang
oleh bapaknya. Astaghfirullah saat
itulah saya merasakan kebimbangan. Saya ragu apakah saya harus lanjut untuk
mengikuti pendakian atau tidak???Hingga pada akhirnya saya lanjut karena saya
sudah belanja dan mempersiapkan segalanya(kecuali persiapan fisik ) walaupun goncangan “setan-setan” yang
mengatakan tidak usah berangkat silih berganti. Saya bondo dan juga nekat pada
saat itu karena kebetulan saya memiliki tabungan sekitar 200 ribu yang cukup
untuk keberangkatan dan pulang. Jum’at sore berangkat dengan mobil dari FKp di jemput oleh mz.Zaki KPLA. Hingga pada akhirnya
berangkatlah .
Astaghfirullah…
jalan begitu tidak mendukung. Kemacetan kian melanda sampai lebih dari satu jam
perjalanan. Kemudian dari medaeng akhirnya kita berlima nekat turun
untuk sampai ke terminal Bungurasih.
Perjuangan awalpun tidak sia-sia akhirnya sampai di terminal walopun menjadi
pusat perhatian orang banyak karena membawa carrier yang
besar-besar. Setelah sampai di terminal bungurasih kami menunggu bus PO.E*A
jurusan jogja, dan ternyata ketika datang bus PO.E*A jurusan jogja sudah penuh
karena penumpang yang banyak akan menujun ke jogja. Kemudian kami melaksanakan
shalat maghrib. Baru kali ini saya tahu yang
namanya sholat ngantri banyak orang( karena memang musholanya sempit, jadi ya
wajib ngantri dech). Setelah holat kami mencoba tetap menunggu bus EKA namun
ternyata sia-sia. Skhirnya kami mencoba mencari bus PO.R**ALIA, namun sebelum kami
sampai di tempat bus PO.R**ALIA berhenti kami ditawari bus baru yang namanya
PO.MA**ALA, hingga pada akhirnya kami menerima karena dari tampilannya memang
menjanjikan sampai akhirnya kita membayar didepan dengan harga bus sampai jogja
Rp. 45.000,00 lumayan hematlah untuk aku dan nizar yang selaku masih sebagai
mahasiswa yang membawa dana yang sangat terbatas. Bus juga tak kunjung
berjalan, dan ketika berjalan terkejutlah kami (bus patas beralih jadi bus
ekonomi mode on) sungguh terlalu. Kekecewaan kian melanda. Didalam Bus pun
begitu, tak beda jauh GJnya(read: Gak Jelas) seperti ketika awal mencari bus. Sudah bus ekonomi
mode on, di bus kami mengambil tempat paling belakang dengan jumlah kursi pas untuk 5 orang. Lucunya mas inok kan ditengah, yang mudah untuk dijangkau oleh
penumpang-penumpang lain yang berdiri. Pada saat itu terdapat penumpang yang
membawa dua anak kecil yang kembar, kasihannya mereka tidak mendapatkan tempat
duduk jadi yang satu dipangku mas inok dan yang satu nya di samping nizar.
Serunya lagi salah satu anak kecil itu mual dan pada saat itu lagi sama mas
inok, jadi dirawat sama mas inok(hahahah…penampilan baru, perawat mode on). Hh…
sepanjang perjalanan yang memang sangat GJ, tapi enaknya kita punya cerita.
Sampai di terminal Giwangan Jogjakarta
sudah hampir menjelang subuh, dan akhirnya kami berlima bertemu dengan mas
muflih. Huah … pagi buta gini kelaparan. Kami berenam
mencari makanan, dan akhirnya dapet penjual soto. Huuu…. Udah banyak, enak,
murah lagi. Kemudian menunggu bus hingga bus tak datang- datang kemudian masuk ke terminal lagi untuk cari bus. Nah.. dapet
Rp.8000,00an, brr…. Aku nizar dan mas zaki duduk di paling belakng lagi. Adem
jeh..pintunya gak bisa di tutup. Sepanjang perjalanan ke magelang akhirnya kita
bubuk. Lalu sampailah disuatu tempat yang kita akan melaksankan shalat shubuh,
yaitu di mushola sirojuddin. Hm…disini suasana sudah agak terasa dingin.
Setelah sholat kami keluar dari kawasan tersebut dan bertemu dengan seorang
bapak-bapak yang memberitahu untuk naik angkot menuju ke pos pendakian.wealah
akhirnya 1 angkot dipake kita berenam. Lumayan murah dech, sama harganya kaya’
di sini cuma Rp. 3000,00. Tyus habis itu ternyat masih oper lagi.
Astahgfirullah … capek oper-oper terus. Ni baru sampe pos awal pendakian. Foto
dech tu cowok-cowok. Kemudian naik angkot yang gede, Rp.15.000,00 sampe di pos
pendakian awal akhirnya kita oke aja dech. Sampilah di NEW SELO, Huuuuu…adem
juja jam segini. Setelah itu disini ni mulek kayak entud, soale tutup gitu, gag
tau mau ijin dimana. Kemudian mas zaki dan mas wikan turun kebawah, kurang
ajarnya ternyata mereka makan di warung( menyebalkan) dan sekalian ijin buat
mendaki. Naik keatas mereka membawakan nasi dengan tempe mendo’an.
Lumayan lah
untuk ganjal perut. Waktu menunggu mereka berdua datang 1 tim dari surabaya
pula kalau saya hitung sekitar 15 orang laki-laki. Pada saat itu ya hanya tim
itulah yang menemani kami mendaki pada saat itu. Kami saling bersalip-salipan
bergantian akhirnya.
Cerita awal saat 10 menit pertama
mendaki. Saya benar-benar merasakn tidak kuat untuk melanjutkan. Namun dalam
fikiran saya berkata “ya Allah nanggung, mau lanjut tapi serasa mau mati
ditempat ini saja udah gag ada tenaga untuk melanjutkan, tapi kalau mau mundur
juga nanggung udah sampai ditempat ini masa’ mau
mundur?” saya benar-benar harus mengambil keputusan untuk diri saya sendiri
pada saat itu. Dan saya mengambil keputusan untuk lanjut ke pendakian merapi.
Sepanjang perjalanan kalau boleh bilang saya mengeluh
sekali, tapi saya tidak mau terlihat lemah didepan teman-teman
satu perjuangn mendaki merapi ini. Kami enam orang
saling bersalip-salipan bergantian dengan tim yang 15 orang dari surabaya
tersebut. Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya mulut saya untuk mengunyah
permen dan madu atau pun coklat untuk penambah tenaga saya. Perjalan tidak terasa panas karena pada saat itu memang sedang kabut jadinya
sepanjang perjalanan itu ya adem … brrr gitu dah. Perjalanan semakin
menyenangkan dan tenaga kian melimpah ketika sudah lebih dari sepertiga perjalanan,
bagi saya tenaga lebih bertambah lagi ketika kita foto-foto,,hahahaha…krmudian
lagi saya sangat merasa bangga dan senang atas perjalanan ini.
Ada salah satu orang dari tim surabaya bilang “wah…mbak’e ki sangar, kuat rek”.
Begitu pula pada saat perjalanan mas muflih selaku senior saya juga bilang
“pada minder sama kamu lho dek” dan saya bertanya “sopo’o
mas?” jawabanya”ya mereka yang banyak cowok itu, masa’ cewe’ bawa carrier aja
kuat, salah satu dari mereka saja ada yang tidak membawa apa-apa di punggungnya”
pada saat mendengar sanujungan-sanjungan seperti itulah serasa tenaga saya
menjadi lebih berlipat ganda. Dan juga pada ssat istirahat, mas zaki selaku
senior dari KPLA juga berkata “sangar arek cilik iki, kok kuat” pikiran saya
“yaiyalah mas, winda gitu lho”hahahaha….bukannya mau sombong atau apa,
menurut saya sanjungan sekecil apapun itu akan menjadi sebuah kekuatan untuk
diri saya (hahaha sok manis amat sich winda)
Kabut begitu tebal pada saat itu,
kemudian sampailah di pos 2. Saya kira pada saat itu sudah sampai karena telah
terlihat batu yang sangat besar akhirnya foto-foto bersama disana. Dan ternyata
itu masih jauh…hoaaaa….aku histeris. Hingga pada akhirnya melanjutkan
perjalanan dengan kabut yang sangat tebal(lumayan menutupi mata sich,
sampai-sampai ada es lho di muka kita masing-masing). Setelah itu kami dengan
tim kami ya lumayan sich depan belakng gitu gak jauh-jauh amat gak seperti awal
perjalanan yang jaraknya sangat jauh gitu. Kemudian setelah beberapa waktu
sampai di sebuah jalan yang benar-benar
tak ada tanaman dan batu besar, hanya ada batu kerikl kecil-kecil. Kami buka HP
lho masih ada sinyal, sangar pokok’e. nah disitulah beberapa meter mendekati
pasar bubrah kami dan tim dari surabya berhenti untuk beberapa waktu untuk
mengambil keputusan untuk lanjut atau tidak. Kemudain mas zaki, mas wikan dan
mas inok mencoba untuk mengecek rute perjalan yang akan dilewati, sebenarnya
mereka berani untuk lanjut mungkin saya lah yang menjadi pertimbangan untuk lanjut atau tidak(huft… padahal kalau lanjutpun bukan menjadi
masalah buat saya karena saya juga menyukai tantangan yang seperti ini.
Kemudian mereka kembali dan kami dengan tim dari surabaya pun
berbincang-bincang bagaimana enaknya hingga pada akhirnya kami memutuskan untuk
kembali dan bercamp di batu-batu yang besar yang aman dari badai.
Setelah sampai di bawah, mereka tim
dari toyota surabaya mendirikan camp namun kami berenam tidak,kami malah asyik
bercanda di batu besar sambil berfoto-foto ria karena sebenarnya kami ingin
melanjutkan perjalanan. Kemudian lewatlah pendaki lain dan ternyata mereka dari
SMA2 madiun(mereka aja lanjut kenapa kita gag berani, gitu fikiran ku).
Kemudian tibalah pada waktunya kita ambil keputusan untuk lanjut.
Nah akhirnya kita lanjut dengan resiko apapun itu. Nah mengambil keputusan itu
pun lucu banget, soal nya mas zaki tu betah banget kalau ngata-ngatain mas
inok, hingga akhirnya mas inoklah yang ambil keputusan utnuk melanjutkan
perjalanan. Kemudian perjalanan pun dilanjutkan. dengan menantang kabut yang
tebal kami pun berangkat. ternyata memang perjalanan kami diridhoi oleh Allah
swt, langitpun mendadak sangat cerah sehingga kami bisa menikmati perjalanan
siang hari itu yang sama sekali tidak panas. Subhanallah ... pemandangan
sungguh luar biasa, begitu indah dan cantiknya sekitar gunung merapi tersebut.
Gunung merbabu, G.sumbing, g.sindoro dan elok dan cantik g.sumbing pun terlihat sangat jelas dan begitu elok dan cantiknya.
Akhirnya, baru kali inilah saya merasakan indahnya pemandangan
benar-benar dengan kepuasan tersendiri. Saya baru merasakan
begitu kepuasan tersendiri ketika merasakan indahnya puncak.
Kemudian sampailah disuatu tempat
yang disana terdapat prasasti, ya tepatnya bukan prasasti sich hanya sebuah
tanda yang memberi tahu bahwa sebentar lagi akan sampai di tempat camp, yaitu
di pasar bubrah. saya berfikir bahwa pada saat itu sudah sampai...wah ternyata
itu baru 7/8 perjalanan. tapi saya sudah begitu senang karena ternyata saya
sanggup untuk sampai di ketinggian sekian. lanjutlah perjalanan kami untuk sampai
di pasar bubrah. hingga sampai di bawah, yaitu di pasar bubrah kami masih harus
bingung untuk mencari tempat untuk camp semalam kami. Akhirnya dapatlah tempat
yang awalnya kami rasa aman untuk camp, karena kondisi pada saat itu masih
kabut, dan ditakutkan apabila nanti ada badai, ya...jadinya kami harus mencari
tempat yang save untuk kami sendiri. Kami berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain untuk mencari tempat yang
aman untuk kami. kemudian di tempat yng ke tempatlah kami mendirikan tenda dome
Para kaum adamlah yng mendirikan tenda dome, dan
jeleknya saya lah yang menjadi kuli angkut carier para kaum adam tersebut
(huft..emang aku wonder women apa???). Nah ... dome sudah berdiri, namun kami
merasa kurang aman di tempat tersebut hingga akhirnya kami mencari tempat lain,
yang ternyata tempat itu adalah tempat pilihan pertama kami tadi (walah..lak
sia-sia golek ternyata balik ke tempat pilihan awal, jiah!!). cara memindah
dome yang baru, tenda dome yang sudah berdiri tegak...eee...diangkat 4 orang(
GJ mode on). setelah itu membantumas zaki
untuk mendirikan tenda dome nya yang baru dengan satu frame, waaah...lucu.
kemudian sudah tertata rapi kami sholat bergantian. kemudian grup yang dari
toyota surabaya mulai berjalan melewati kami, ternyata mereka ingin melihat
sunset.
Awalnya kami berniat untuk
mengikuti, karena kami tidak tahu jalan yang harus dilewati
ketika kita ingin naik ke puncak. Namun baru beberapa menit perjalanan kabut
mulai turun, kemudian kami kembali ke camp untuk memasak makanan. kami
menikmati sore itu penuh dengan keindahan kabut yang cukup membuat kami
menggigil. setelah memasak 3 senior saya (mas wikan, mas muflih,
mas inok) sudah mulai tepar untuk tidur, disusul dengan mas zaki dan nizar,
namun saya belum bisa tidur dikarenakan di luar begitu indah melihat bintang.
walaupun malam begitu dingin yang kurang lebih suhunya 8 derajat celcius, namun saya sangat menikmati bintang pada
malam itu. akhirnya saya memanggil nizar untuk menemani saya.
yagh karena kami berdua yang paling kecil jadi ya enjoy aja,he... menikmati
bintang yang sangat cantik dan bintangnya banyak sekali karakter. hingga malam
makin larut, nizar masuk tenda dan saya masih
melihat bintang sendirian. saya melihat ada lampu-lampu di puncak dan ternyata
mereka itu adalah komplotan orang toyota surabaya yang tadi sore naik ke atas.
kemudian setelah saya merasa lelah saya masuk kedalam untuk tidur. baru tidur
beberapa waktu, mas zaki sudah teriak-teriak " oe ayo rek jare ameh
muncak" sambil teriak ha hu ha hu gitu karena kedinginan, kemudian aku
dan nizar terbangun dan bertanya"
jam berapa mas?" dan tahukah kalian? ternyata pada waktu itu pukul 22.55,
gila aja jam sebelas malem mau muncak, huah..gak jelas ni orang. then kami
tidur lagi, hingga pada akhirnya saya mendengar banyak orang yang berisik, dan
ternyata itu sudah pagi. saya bangunkan senior-senior saya dan kami mulai
bersiap untuk mendaki ke puncak garuda. pioner perjalanan yaitu mas muflih
dimana selanjutnya diikuti oleh nizar kemudian saya. kami tidak tahu harus melewati
jalan sebelah mana, sehingga kami lurus saja dari camp kami, perjalanan kian
terasa berat karena kami tidak tahu medan dan ketinggian karena tidak terlihat.
perjalanan terasa sesak karena udara memang terasa sangat dingin. sehingga
kami sangat sering untuk beristirahat dan mecoba untuk bernafas normal sambil
menunggu mas zaki yang berjalannya termasuk kategori yang lama( dan beliaunya
menyebut dirinya sendiri siput). hingga pada akhirnya saya berjalan di depan,
saya salah mengambil jalan hingga ternyata jalan yang kami lewati itu adalah
jalan yang penuh dengan pasir, sehingga sangat kesusahan bagi kami untuk
mendaki jalan tersebut. kemudian dilanjutkan mas muflih maju kedepan lagi,dan
menjadi pioner bagi kami. setel perjuangan terasa amat berat
kami hampir saja menyerah dan pasrah untuk melihat sunrise di tempat itu. Namun
saya tidak rela bila pendakian pertama saya tidak berhasil sampai ke puncak.
dan kami terus dan terus berusaha untuk sampai ke puncak, dan perjuangan kami
tidak sia-sia. sampailah disuatu tempat yang awalnya kami rasa itu adalah
puncak. kami sujud syukur. saat itulah saya merasakan sholat subuh di puncak
gunung. betapa bersyukurnya saya ternyata saya mampu untuk mendaki.dan ini adalah pendakian pertama saya dan
BERHASIL.
setelah itu kami melihat banyak
orang di puncak seberang, dan ternyata itulah puncaknya bukan tempat yang kami
duduki saat ini. akhirnya kami kesana dan berfoto-foto ria dengan rasa bahagia
dan kepuasan karena telah sampai di tempat tujuan. setelah terombang ambing karena
kami tidak tahu perjalanan menuju NEW SELO, dan sekarang saatnyalah utuk
memuaskan diri dengan indahnya pemandangan. Kami pun sempat berfoto dengan
turis yang dari australia. heehheeehee..saya sempat foto sendiri dengan turis
tersebut lho...setelah puas berfoto di puncak garuda kami akhirnya turun, dan
berimajinasi bahwa one time pasti ke merbabu, ke sumbing, sindoro dan yang
angker pula ke slamet. mas zaki nich udah mulai mengece ria, "ayok minggu ngarep neng merbabu". dalam
fikiranku "hoaaa..gila aja ni orang, iya situ beruang tinggal berangkat
kapan aja, lha sini ni mahasiswa yang bokek mode on mau berangkat make apa
bang???". setelah puas kami menikmati puncak akhirnya saya nizar dan
mas zaki turun lebih dulu, dan ketiga mas senior saya itu turun belakangan, ternyata hanya untuk menakutkan karena jalan
yang berbatu. kali ini jalan terlihat sangat jelas karena kondisi siang hari,
kami baru sadar ternyata jalan yang kami tempuh tadi pagi buta yaitu jalan yang
terjal dengan sudut kemiringan kurang lebih 70 derajat. ya Allah untung saja
tidak terjadi apa-apa kepada kami.
saya berjalan terlalu cepat mungkin
terlalu cepat, sehingga saya berada di depan, kemudian nizar dan mas zaki
mendahului saya karena saya berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan pagi
hari itu. setelah saya puas menikmati pemandangan saya ikut turun dan ternyata
saya tetap bisa mendahului mereka, akhirnya saya sampai di camp paling dulu.
kemudian saya lagi pengen bikin cemilan lah, makanan sebelum kami meninggalkan
puncak garuda. saya membuatkan roti tawar untuk teman-teman. dan
ketika mereka datang jadinya tinggal makan dech. setelah kami beristirahat
lumayan lama mereka para kaum adam mulai untuk packing, dan saya memasak untuk
mereka..huft masak yang paling GJ dan kacau nich, serba asin gara-gara pake
mentega pengen dikawinin nich,hahhaha...apalagi masakan terakhir, yaitu teri
yang belum matang karena bahan bakar yang habis ya... pasrah dech emang pada
saat itu kita make satu alat buat masak yaitu trangia punya mas zaki. semua itu
terjadi karena insiden kompor yang tidak bisa
digunakan. Saat masakpun ada insiden yang kurang mengenakkan yaitu ketika saya
mencoba mematikan trangia, saya salah memakai tutup. untung ketahuan mas zaki jadinya bisa terselamatkan dech (hehehehe..maafkan
saya mas, sayakan tidak tahu jadi inilah pengalaman) setelah packing selesai
akhirnya makan. setelah makan mulailah untuk bakar-bakar kotoran yang kita tinggalkan. setelah itu tak lupa lagi kami
berfoto-foto ria di tempat camp kami
pada waktu itu, dan akhirnya kami mulai untuk turun dari puncak (tepatnya dari
pasar bubrah,hehehe...)
Perjalanan baru saja dimulai, namun
kami merasakan sangat lelah sekali karena kan memang sejak tadi bisa dikatakan
bahwa kami itu sedang beristirahat, jadi ketika perjalanan dimulai ini
dikatakan sebagai tenaga awal yang di keluarkan untuk memulai kunci turun dari
puncak agar sampai di tempat tujuan dengan selamat. baru beberapa menit
perjalanan mas wikan punya ide tertentu untuk berpose layaknya sedang minum
untuk membawa walau hanya sebotol air. akhirnya kami menyesal karena telah
meninggalkan air tersebut di bebatuan. Namun memang penyesalan kan ada di
belakang jadi ya sudahlah. ditengah perjalanan kami beristirahat dan ternyata
tempat istirahat tersebut tempat istirahat kami kemarin. disana kami masih
mampu bersendau gurau karena tenaga kami masih ada. setelah itu melanjutkan
perjalanan dengan sangat berhati-hati. wah inilah insiden didiri saya
terjadi.saat turun kami bersamaan berbalap-balapan. dan ternyata kami(tim saya
dan tim yang isinya pasangan-pasangan) mengambil jalur yang ketika berangkat
kami gak pakai jalur tersebut. jalur dari pos pertama yang sangat terjal, dan
mematikan(wah lebai). kami berjuang mati-matian untuk menuruni jalan tersebut.
hingga saya terpeleset berkali-kali, hingga yang paling parah saya terjatuh dan
saya tidak bisa berjalan, dan untungnya saya mendaki dengan senior dan
orang-orang yang benar-benar bisa menjaga saya.
Langsunglah pada saat itu saya diberi counterpain, etil, panadol sebagai
analgesik, dan satu obat anti inflamasi yang saya lupa namanya(heheheh...)
Setelah saya terjatuh itu serasa
kaki saya sehat sekali, saya berjalan seperti biasa bahkan bisa dengkul
racing,,hahaha perjalanan yang sangat seru. perjalanan yang tidak akan pernah saya lupakan. perjuangan yang impas
ketika kita mendapatkan puncak kebahagiaan sebagai motivasi kita. setelah
sekian waktu perjalan berlalu hingga sampai berkumpulnya muda mudi untuk
"berpacaran" hal yang mengecewakan. setelah itu kami melepaskan letih
sejenak dengan bercerita-cerita dan berbenah diri, karena wajah kami sudah
terlihat compang camping. pokoknya wajah yang sangat kacau. kemudian
setelah pos perijinan untuk melapor.
sambil membeli stiker dan gantungan kunci yang melambangkan bahwa kami pernah mendaki puncak merapi. setelah itu kami harus
turun untuk mendapatkan bus yang menuju ke boyolali. ternyata kami merupkan
orang-orang yang lumayan nekat dan berani nekat untuk meminta tumpangan ke
sebuah mobil pick up. dan kami di tumpangi sampai di tempat pemberhentian bus.
Alhamdullillah kami langsung dapat bus. dan
bus pun langsung berakat.
Bus nya berjalan sangat cepat dan
agak sedikit urakan sehingga membuat kami terguncang-guncang(padahal pada saat
itu kondisi kami sedang kelaparan). sepanjang perjalan sebenarnyua ingin sekali
menutup mata.Namun apalah daya karena perjalan yang sangat mengguncang mulai
dari ujung kaki ke ujung kepala. Kemudian setelah sampai diterminal kami bingung harus menuju
kemana karena perjalanan yang banyak pilihan untuk pulang. kemudian kami
mengambil keputusan untuk ke "..." yang saya lupa nama kotanya. disana kami
mencoba untuk menghentikan bus PO.E*A,namun yang pertama bus lolos. dan yang kedua
ternyata bus tidak berhenti dan akhirnya kami mengambil keputusan lagi untuk menuju
ke jogja. Kecewa berat dech saat ini, katanya
bus cuma satu jam untuk sampai ke jogja namun ternyata berjam-jam sampai
gelap gulita. sampai saya tertidur dengan pulas. sampai kaki saya kram karena
setelah tergelincir tadi efek obatnya sudah hilang. dan lebih kecewa lagi
ketika bus tersebut ternyata tidak berhenti di terminal giwangan. akhirnya kami
terpaksa berjalan kaki untuk masuk ke terminal giwangan. dan Alhamdulillah kami
langsung mendapat bus PO.E*A akhirnya kami masuk bus, bayar kemudian kami langsung
tidur wassalam sampai di ngawi dan makan. hh... dari kemarin baru kali inilah
kami makan nasi. waktu makan pun begitu, menunggu sangat lama karena memang
pelayannya dikit jadi harus sabar. tapi setelah mendapatkan makanan hanya mas
wikan lah yang tidak puas dengan makanannya,kerena katanya makananya yaitu soto
gak ono rasane. bubrah jare.
Setelah makan kami kebali ke bus.
Melanjutkan tidurlah kami. Karena memang sangat lelahnya tubuh. Hingga akhirnya Alhamdulillah sampailah di Surabaya dalam keadaan sehat
walafiat. Thx God




Tidak ada komentar:
Posting Komentar